Belum Ditemukan Penyakit Yang Dipicu Vaksin MR

MEDAN: Pakar kesehatan anak dari Universitas Sumatera Utara Prof Dr Munar Lubis menyatakan pihaknya tidak menemukan adanya kaitan munculnya penyakit yang dipicu vaksin MR kepada anak. Hal ini disampaikannya menyikapi beberapa isu yang menyebut beberapa anak menderita beberapa sakit pasca disuntik MR.

 

IMG20180823094230

"Sejauh ini kami belum ada menemukan hubungan antara suntikan vaksin MR dengan munculnya penyakit bagi anak," katanya saat memberikan keterangan pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama dan Dr Lily Rachmawati Sp.A, IBCLC, Kamis (23/08/2018). Hadir juga Direktur Pelayanan Medis RS USU dr Riyadh Ikshan, Sp.KK.

Prof Munar menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir dirinya ikut terlibat dalam penanganan 7 pasien anak yang menjalani perawatan karena diduga sakit karena dipicu vaksin MR. 5 pasien dirawat di RS USU dan 2 pasien lainnya di RSUP H Adam Malik. Dalam rangkaian penanganan tersebut pihaknya melakukan rangkaian penelitian laboratorium untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan penyakit dengan vaksin MR tersebut.

Salah satu pasien yang mereka tangani yakni yakni berinisial MM berusia 9 tahun yang sempat viral di media sosial setelah munculnya gelembung-gelembung berisi cairan pada lengannya yang disebut karena disuntik vaksin MR.

Dalam rangkaian uji laboratorium yang mereka lakukan disimpulkan bahwa anak tersebut menderita Pemfigoid Bulosa atau penyakit autoimun langka yang menyebabkan munculnya gangguan pada kulit berupa lepuhan (bulosa/bula) kulit berisi air). Selain itu juga ditemukan adanya indikasi Impetigo atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, Herpes zoster atau cacar akibat infeksi pada saraf dan kulit, menderita gizi kurang dan Ascariasis atau infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. 

"Berdasarkan gejala klinis, hasil laboratorium dan diagnosa yang ditegakkan maka kesimpulannya tidak ada hubungan (un-related) dan merupakan dua kejadian yang tidak berhubungan," ujarnya.

Prof Munar menambahkan pihaknya juga melakukan kajian yang sama terhadap pasien lain yang terduga sakit akibat vaksin MR. Meski hasil diagnosa penyakitnya berbeda-beda namun secara keseluruhan mereka masih tetap belum menemukan hubungan antara vaksin MR dengan penyakit-penyakit yang mereka derita.

"Semua data yang kami sampaikan ini dilakukan setelah rangkaian kajian secara akademis," pungkasnya.

Visitor Counter

040497
TodayToday54
YesterdayYesterday58
This WeekThis Week212
This MonthThis Month313
All DaysAll Days40497