Peningkatan Kompetensi Perawat Dalam Praktik Penggunaan Antibiotik Cegah AMR
Peningkatan Kompetensi Perawat Dalam Praktik Penggunaan Antibiotik Cegah AMR
MEDAN ( RS USU ) : Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) bekerjasama dengan Rumah Sakit Pendidikan Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) pada peningkatan kompetensi perawat melalui pemberian edukasi penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antimikroba (AMR) melalui simulasi berbasis praktik klinis, dan penyusunan panduan mini.

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Diklat Penelitian dan Kerjasama Rumah Sakit Pendidikan Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis, dr. Ivana, Alona, MPH, kemarin. Sedangkan Tim PKM Fakultas Keperawatan USU terdiri dari Nurbaiti SKep, Ns, M. Biomed, Nur Asiah SKep, Ns, MBiomed, Dr. Nur Asnah Sitohang SKep, Ns, MKep, Diah Lestari Nasution SST, MKeb, Afrinayanti W SKep, Ns, M Kep, memberikan materi kepada seluruh perawat yang bertugas di Rumah Sakit Pendidikan Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis. Ketua PKM Nurbaiti SKep, Ns, MBiomed, menyampaikan adapun target kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan perawat dalam penggunaan antibiotik yang rasional terbentuknya pola sikap dan prilaku penggunaan antibiotic secara Rasional dan menurunnya angka Multiple Drug Resistant Organisms (MDRO). Diketahui, kata dia, Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba merupakan salah satu isu kesehatan global paling serius abad ini.

WHO menyatakan bahwa tanpa intervensi yang tepat, AMR dapat menyebabkan 10 juta kematian setiap tahun pada tahun 2050. Salah satu faktor utama yang mempercepat munculnya AMR adalah penggunaan antibiotik yang tidak rasional, baik dalam dosis, durasi, maupun indikasi yang tidak tepat. Kata Nurbaiti, perawat memegang peranan vital sebagai garda terdepan—tidak hanya dalam pemberian antibiotik, tetapi juga dalam edukasi pasien dan pemantauan terapi secara menyeluruh. Namun hingga saat ini, peran perawat mengenai penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antimikroba (AMR) masih belum optimal. Rumah Sakit Pendidikan Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis adalah bagian integral dari USU, yang berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan untuk mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan pengembangan riset di kawasan Indonesia Barat, khususnya Sumatera Bagian Utara. Dijelaskannya, rumah sakit ini mengemban visi menjadi pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran secara terpadu pada tahun 2025. Misinya mencakup peningkatan mutu tenaga medis dan layanan kesehatan, serta pengembangan ilmu kedokteran yang kolaboratif lintas disiplin.