Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. lubis USU Sukses Tangani Kelumpuhan Pita Suara

Dipublikasi Pada Kamis, 29 Agustus 2024
Dipublikasi Oleh Fenny Julistine Tarigan
Thumbnail
Whatsapp Twitter Facebook

MEDAN : Kelumpuhan pita suara adalah kondisi yang menyebabkan hilangnya kendali otot-otot yang mengendalikan suara. Kondisi ini terjadi ketika impuls saraf ke kotak suara, yang juga disebut laring, terganggu. Hal ini mengakibatkan kelumpuhan otot-otot pita suara.

MEDAN : Kelumpuhan pita suara adalah kondisi yang menyebabkan hilangnya kendali otot-otot yang mengendalikan suara. Kondisi ini terjadi ketika impuls saraf ke kotak suara, yang juga disebut laring, terganggu. Hal ini mengakibatkan kelumpuhan otot-otot pita suara.

 

Demikian juga halnya dengan yang dialami dua orang pasien pada Poli Telinga Hidung dan Tenggorokan RS Prof Dr Chairuddin P Lubis RS Universitas Sumatera Utara. Kedua pasien berdasarkan keterangan 6 bulan-1 tahun, sudah berobat ke dokter tidak berkurang.

Kelumpuhan pita suara, membuat keduanya sebagaimana disampaikan keluarganya di selasar Instalasi Bedah Terpadu RS Prof CPL USU yang ditemui, sulit berbicara dan bahkan bernapas. Pita suara, yang juga disebut lipatan vokal, tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan suara. Pita suara juga melindungi saluran pernapasan. Pita suara mencegah makanan, minuman, dan bahkan air liur memasuki tenggorokan dan menyebabkan seseorang tersedak.

Kemungkinan penyebab kelumpuhan pita suara meliputi kerusakan saraf selama operasi, infeksi virus, dan kanker tertentu. Perawatan untuk kelumpuhan pita suara biasanya melibatkan operasi, dan terkadang terapi suara.

 

 

Mengatasi hal itu, tim dari  Poli THT RS Prof CPL USU dipimpin dr. M. Arfiza P Saragih, SpTHT-KL, serta tim  Anestesi: dr. Irfan Hamdani, SpAnTI-FCC melakukan operasi ) dengan implan Vocal Cord yang bertujuan memperbaiki kelemahan/kelumpuhan pita suara ( Vocal Cord Paralysis).

Menurut dr M Arfiza P Saragih,SpTHT-KL, pelaksanaan operasi dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia bertujuan memperbaiki suara dan membuat pasien dapat berbicara seperti dahulu.

 

Sehari sebelumnya digelar seminar di Aula RS USU, pecan lalu tentang implant pita suara dimana tampil sebagai pembicara dari KSM THT FK USU, dr.M.Arfiza P Saragih,SpTHT-KL dan salah satu peneliti implantasi pita suara Guan Min Ho, MD, PhD  yang merupakan peneliti dari Medical School, University  of Vienna, Austria.

 

Kelumpuhan pita suara biasanya melibatkan hilangnya kendali hanya pada satu pita suara. Kelumpuhan pada kedua pita suara merupakan kondisi yang langka namun serius. Kondisi ini dapat membuat Anda sulit berbicara dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan.

 

Pita suara adalah dua pita jaringan otot fleksibel yang terletak di pintu masuk tenggorokan, yang juga dikenal sebagai trakea. Saat berbicara, pita-pita tersebut bersatu dan bergetar untuk menghasilkan suara. Di waktu lainnya, pita suara dalam posisi rileks dan terbuka sehingga Anda dapat bernapas.

Gejala kelumpuhan pita suara mungkin termasuk:

  • Kualitas suara yang terengah-engah.
  • Suara serak.
  • Napas berisik.
  • Sesak nafas.
  • Hilangnya nada vokal.
  • Tersedak atau batuk saat menelan makanan, minuman, atau air liur.
  • Perlu mengambil napas beberapa kali saat berbicara.
  • Ketidakmampuan untuk berbicara dengan keras.
  • Hilangnya refleks muntah.
  • Batuk tidak efektif.
  • Sering membersihkan tenggorokan.

 

Keluarga pasien saat ditemui  mengaku sangat senang dan berdoa semoga hasil operasi yang diharapkan memberi hasil yang baik.

Berita